1 Rumah Rusak Parah, 6 Lainnya Terancam Longsor

Rusak - Satu rumah rusak parah akibat longsor tebing sungai

Rusak – Satu rumah rusak parah akibat longsor tebing sungai

Kajen – Longsor kembali melanda Kabupaten Pekalongan. Kali ini terjadi di Dusun Madukaran Kelurahan Kedungwuni Barat, satu rumah rusak parah dengan bagian dapur hingga tembok ruang tengahnya hanyut terseret arus sungai sengkarang. Longsor ini terjadi beberapa kali sejak awal Januari yang lalu. Belasan warga yang tinggal di tepi sungai sengkarang di Dusun Madukaran mengungsi akibat tebing sungai yang longsor.

Ketua RT setempat, Munawir mengatakan, hujan deras yang terus mengguyur beberapa pekan terakhir menyebabkan volume air sungai meningkat dan arusnya semakin deras, yang mengakibatkan tebing sungai longsor. Longsor terparah terjadi pada awal Januari dan Selasa pekan lalu. “Selain rumah, arus sungai juga melongsorkan kebun warga,” katanya.

Beruntung, saat longsor terjadi, Afnan, yang rumahnya ambrol karena longsor sudah mengosongkan rumahnya. “Untungnya, keluarga Pak Afnan sudah mengosongkan rumah dan mengungsi ke rumah saudaranya terlebih dahulu, karena takut longsor,” ujarnya.

Selain rumah Afnan, enam rumah lainnya juga terancam longsor, karena sudah sangat dekat dengan bibir sungai. Pasca kejadian ini, warga sekitar mendirikan posko untuk berjaga-jaga jika kembali terjadi longsor. Beberapa warga juga masih terlihat mendatangi lokasi kejadian untuk melihat lokasi longsor.

Kelurahan setempat, melalui Sekretaris Lurah, M. Sokheh, pihak secara aktif memantau lokasi longsor. “Kami harapkan ada bantuan bronjong kawat, karena lokasinya sangat mengkhawatirkan dan membahayakan warga, terutama saat terjadi banjir di sungai sengkarang,” ucapnya.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Ir. Siswanto, menerangkan, pihaknya sudah menyalurkan bantuan berupa beras dan mie instan kepada korban. “Bantuan logistik sudah kita kirimkan berupa beras sebanyak 75 kilogram dan mie instan empat kardus kepada satu keluarga korban,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga mengirimkan bantuan lima buah selimut, empat matras dan dua terpal untuk digunakan di posko bencana.

Terkait penanganan fisik sungai sengkarang, menurut Siswanto, sudah diusulkan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Jawa Tengah. “Kita sudah mengajukan ke BBWS Jateng, meminta bantuan bronjong kawat untuk sungai sengkarang,” katanya.

This entry was posted in News. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s