Karang Taruna Galang Pengampon, Pelopori Pengolahan Sampah Untuk Kerajinan

This slideshow requires JavaScript.

Kajen – Belum lama ini, Karang taruna Tunas Bangkit, Desa Galang Pengampon, Wonopringgo, mengadakan workshop keterampilan usaha. Workshop ini bertujuan untuk melatih anggota karangtaruna agar memiliki keterampilan usaha. Khususnya dengan memanfaatkan limbah sampah yang diolah menjadi kerajinan atau produk lainnya, sehingga memiliki nilai ekonomi.

Ketua karang taruna setempat, Qoyum, menuturkan, selain untuk mendorong pemuda untuk berwirausaha, workshop ini juga untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Menurutnya, tidak semua jenis sampah dapat diurai dengan mudah oleh tanah, sehingga berpotensi menikbulkan pencemaran lingkungan. Tetapi limbah sampah yang sulit diurai, seperti sampah plastik, sebenarnya bisa dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan yang memiliki nilai jual.

“Meski sampah belum menjadi masalah yang serius di sini, tapi kita perlu belajar untuk peduli lingkungan sejak sekarang,” tuturnya.

Dia menambahkan, workshop ini juga untuk mendorong pemuda agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, juga diharapkan bisa meningkatkan kreatifitas pemuda di desanya. Setelah workshop, harap Qoyum, ada kepedulian bersama untuk mengelola potensi yang ada di desanya.

“Setelah ini, semoga timbul kepedulian bersama untuk mengelola potensi desa, termasuk pengolahan sampah dan lingkungan yang baik,” harapnya.

Dalam workshop ini, pihaknya menghadirkan tim mentoring dari lembaga pengembangan sumberdaya manusia widya wiwaha. Peserta diberikan materi tentang cara berwirausaha dan membuat kerajinan berbahan dasar limbah. Mereka dibimbing untuk berani memulai berwirausaha meski hanya dengan modal sangat minim. Mereka diajarkan mulai dari menentukan ide usaha hingga cara memasarkan hasil produk atau jasanya.

Salah satu mentor dalam workshop ini, Kaseno, mengatakan, untuk menjadi pengusaha tidak harus menunggu mempunyai modal banyak. Karena banyak usaha dan bisnis yang bisa dijalankan dengan modal kecil, bahkan cenderung tidak menggunakan modal uang. Menurutnya, yang penting memiliki kemauan yang kuat ingin menjadi seorang pengusaha dan terus berusaha menjalankan usaha yang diyakininya.

“Yang penting punya keberanian dan terus action, serta dibarengi dengan terus belajar untuk menjadi pelaku usaha yang sukses,” paparnya.

Ditambahkan, perlu memiliki kejelian untuk memilih jenis usaha. Karena, jelas Kaseno, banyak peluang yang bisa dimanfaatkan menjadi sumber usaha di sekitar lingkungan. Seperti halnya dengan memanfaatkan sampah plastik bekas kemasan diterjen dan minuman ringan, bisa dijadikan sebagai bahan kerajinan yang memiliki nilai jual.

“Banyak jenis usaha di sekitar kita, yang sebenarnya bisa dilakukan oleh pemuda untuk memulai berwirausaha,” tambahnya.

Selain diberikan materi kewirausahaan, peserta juga diajarkan cara mengolah limbah sampah menjadi produk yang bisa dijual. Dicontohkan Kaseno, banyak produk yang bisa dihasilkan dari limbah sampah, seperti pupuk kompos, kerajinan tas dari sampah plastik dan sprei dari kain percah yang sudah tidak dipakai.

Dalam Workshop yang berlangsung selama sehari penuh ini, peserta juga langsung mempraktikan cara mengolah sampah plastik menjadi kerajinan tas. Mereka diberi kesempatan untuk mencoba membuat kerajinan secara langsung. Rencananya bagi peserta yang mempraktikan setelah workshop dan ditekuni menjadi usahanya, akan dibantu untuk pemasarannya melalui karangtaruna setempat.

Sementara Kepala Desa Galang Pengampon, Subkhi, menyambut baik dengan adanya workshop ini. Dia berharap, Karang taruna bisa menjadi pelopor untuk meningkatkan kreatifitas pemuda di desanya. Karena menurutnya, jika pemuda memiliki kreatifitas, bisa mendorong untuk berprestasi, dan menjadi sumber kehidupannya.

“Saya berharap, pemuda Galang Pengampon bisa menjadi pemuda yang memiliki kreatifitas,” harapnya.

Dia juga berharap, dari workshop ini bisa melahirkan pemuda-pemuda yang peduli dengan kebersihan lingkungan di desanya. Sehingga sampah yang ada di desanya bisa dikelola dengan baik.

“Semoga mendorong masyarakat dan pemuda di sini untuk mengelola sampah dengan baik,” pungkasnya.

This entry was posted in News, Pelatihan, Peluang usaha and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s