Gudang ‘Gajah Duduk’ Terbakar, Ribuan Warga Panik

IMG_0529PEKALONGAN ā€“ Warga Pekalongan digegerkan dengan terbakarnya sebuah gudang milik pabrik sarung, PT Pismatex, yang terletak di Kelurahan Klego, Pekalongan Timur, Kamis (11/4) pukul 12.00 siang yang lalu. Kebakaran menimpa bangunan yang dipakai untuk proses pengemasan hasil produksi yang sudah siap kirim. Diduga, kebakaran disebabkan karena korsleting listrik dari ruang operator.
Kebakaran bermula saat jam istirahat siang. Saat itu sebagian karyawan mulai kembali masuk ke ruangan, mereka melihat percikan api yang muncul dari dalam ruang operator kombinasi. Sejumlah karyawan langsung bergegas mengambil alat pemadam api yang ada. Namun api tidak padam, bahkan justru bertambah besar.
“Saat kami malihat api, langsung menyemprotnya dengan tabung pemadam kebakaran, tapi api tidak padam dan bertambah besar, karena saat itu anginnya juga cukup kencang,” tutur salah seorang karyawan yang ditemui di lokasi kejadian.
Kobaran api terus membesar dan merambat ke ruang lainnya. Karena api terlihat terlalu besar, karyawan mulai panik dan berhamburan ke luar. Asap hitam pekat membumbung dan terlihat sampai jarak puluhan kilometer. Hawa panas juga terasa hingga radius 100 meter dari bangunan yang terbakar.
Produk sarung jadi yang ada di dalamnya hangus terbakar. Hanya sebagian kecil saja yang berhasil diamankan oleh para karyawan dan warga sekitar. Karyawan dan warga sekitar dibantu petugas keamanan, anggota kepolisian, anggota TNI, tim SAR, bahu-membahu menyelamatkan barang-barang yang masih tertinggal di dalam gedung.
Tidak lama kemudian, mobil pemadam kebakaran mulai berdatangan. Setidaknya terlihat ada delapan mobil pemadam kebakaran yang datang. Dan disusul mobil ambulans yang juga datang ke lokasi kejadian.
Warga sekitar juga turut membantu para pemadam kebakaran dengan alat seadanya. Bahkan mereka menggunakan air dari rumah warga dan air selokan di sekitar tempat kejadian. Mereka berusaha untuk menghalau api agar tidak merambat ke perumahan warga. Mengingat gudang tersebut terletak di sekitar pemukiman padat penduduk.
Terlihat kepanikan warga sekitar dengan mengosongkan isi rumah. Mereka dibantu para petugas mengevakuasi barang-barang miliknya dengan harapan bisa diselamatkan dari kobaran api. Perabotan rumah dan barang-barang milik warga lainnya dibawa ke tempat yang lebih aman, di halaman Sekolah Dasar yang berada tak jauh dari lokasi.
Proses pemadaman berlangsung cukup lama. Bahkan hingga malam hari api belum juga dapat dipadamkan sepenuhnya. Ini lantaran jumlah mobil pemadam yang kurang banyak, ditambah sumber air yang jauh. Sementara angin terus berhembus kencang, sehingga cukup menyulitkan petugas untuk memadamkan api.
Dari pihak PT Pismatex, Ricsa Mangkulla, menerangkan, total kerugian diperkirakan mencapai Rp 45 miliar. Ini dihitung termasuk gedung yang rusak akibat kobaran api. Sedikitnya 80 ribu kodi sarung berbagai jenis hangus dilalap si jago merah.
“Selain sarung, api juga membakar sekitar 800 kodi baju kasual,” terangnya.
Asap yang mengepul dan terlihat dari jarak hingga puluhan kilo meter, membuat banyak warga yang berdatangan untuk menyaksikan kejadian tersebut. Akibatnya di sekitar lokasi kejadian, banyak dikerumuni warga. Hingga mengganggu laju mobil damkar yang menuju ke lokasi.
Slamet, salah sorang warga asal Kabupaten Pekalongan, mengaku penasaran setelah melihat asap hitam di awan. Dia bersama teman-temannya saat itu sedang berada di sekitar Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Setelah melihat asap hitam dan mendengar kabar kebakaran dia langsung menuju ke lokasi untuk menyaksikan.
“Saya kaget, karena yang saya dengar yang terbakar mall banjarsari, tapi setelah saya datang, ternyata gudang pismatex,” ucapnya.
Akibat peristiwa ini selain menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi pihak perusahaan, juga memberikan dampak kepada warga sekitarnya. Bahkan beberapa warga terlihat jatuh pingsan akibat shock melihat nyala api yang membesar. Selain itu, juga menyisakan trauma bagi warga sekitar. Ketakutan dan kepanikan warga membuat ribuan warga sekitar mengungsi karena takut rumahnya ikut terbakar. Dari keterangan lurah setempat, Isabela, warga yang mengungsi berasal dari RW 3, RT 1 RW 6 dan RT 6 RW 6.
“Sekitar seribu warga mengungsi ke SDN 04 Klego,” terangnya.
Empat hari setelah peristiwa tersebut, masih terlihat asap yang keluar dari bangunan yang terbakar. Warga sekitar masih kawatir, api dapat menyala kembali dan merembet ke rumah warga. Asap dan bau sangit yang dikeluarkan sempat mengganggu pernafasan warga sekitar. Namun hingga saat ini belum ada laporan warga yang mengalami sakit serius akibat kejadian itu.
Imron Husna (46) warga setempat, mengaku masih khawatir. Dia mengatakan matanya masih merasa pedih akibat asap yang masih keluar dari sisa-sisa kebakaran. “Saya khawatir kalau ada percikan api yang terbawa angin ke rumah kami,” katanya.
Hal senada disampaikan Hauzaimah (32) yang rumahnya berdampingan dengan gudang yang terbakar. Dia mengaku belum bisa tidur nyeyak karena belum ada jaminan api dapat padam sepenuhnya. “Hari ini, pihak perusahaan mendatangkan alat berat untuk mengais barang dan menyediakan mobil pemadam untuk menyiramnya, tapi itu belum juga membuat kami lega karena gudang ini sangat besar dan mungkin masih ada sisa-sisa api,” katanya khawatir.
Sementara itu pihak perusahaan melalui salah satu staf yang namanya enggan disebutkan memastikan, masyarakat tidak perlu khawatir, karena pihaknya akan berupaya memadamkan api sampai benar-benar padam. “Memang hari ini (Sabtu,13/4) api belum dipastikan padam seutuhnya, namun kami yakin sudah tidak membahayakan bagi rumah penduduk sekeliling, semuanya diharapkan tenang dan percayakan kepada kami untuk mengatasinya sampai benar2 padam,” kata dia.

This entry was posted in News. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s