Tumbuhkan Kemandirian, AMRI Latih Pemuda Berwirausaha

AMRI, KewirausahaanKajen – Tidak seimbangnya jumlah lowongan pekerjaan yang tersedia dengan jumlah pencari kerja menuntut para pencari kerja, yang didominasi pemuda harus lebih kreatif. Untuk mendapatkan pekerjaan, pemuda sebaiknya tidak menggantungkan kepada peluang kerja yang ada. Tetapi justru semestinya lebih kreatif, salah satunya dengan berwirausaha. Bahkan dengan seperti ini dapat membuka semakin banyak peluang kerja baru. Inilah yang melatar belakangi Pimpinan Daerah Angkatan Muda Rifa’iyah (PD AMRI) Kabupaten Pekalongan untuk menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan, di aula TPQ Az Zuhud Desa Sapugarut, Buaran, Pekalongan, Jum’at yang lalu.

Panitia pelatihan, Fathul Qomar menuturkan, pelatihan ini diikuti oleh kader AMRI yang berasal dari perwakilan seluruh cabang AMRI yang ada di Kabupaten Pekalongan. Mereka mengikuti pelatihan selama sehari penuh dengan bimbingan dari mentor yang sudah berpengalaman dan menguasai bidangnya.

“Kita dibimbing dari mulai cara mencari ide bisnis hingga cara memasarkan dan mengembangkannya,” ucapnya.

Menurutnya, pelatihan ini sudah menjadi program AMRI dalam peningkatan kapasitas pemuda pada bidang ekonomi dan wirausaha. Tujuan pelatihan ini untuk membimbing peserta yang belum memiliki usaha agar menemukan ide usaha. Sementara bagi yang sudah memiliki usaha, dalam pelatihan ini dibimbing untuk mengembangkan usahanya, sehingga menjadi lebih besar.

“Diharapkan dari pelatihan ini bisa memotivasi dan membimbing para pemuda untuk terus berwirausaha dengan kreatif,” harap Fathul.

Dalam pelatihan tersebut, pihaknya mendatangkan mentor dari lembaga pengembangan SDM. Tim mentor memberikan bimbingan kepada peserta dengan beberapa tema. Antara lain cara menanamkan pola pikir wirausaha, cara mencari ide dan memulai bisnis serta mengembangkannya meski dengan modal yang sangat minim, bahkan tanpa modal uang. Selain itu, mereka juga diberikan materi tentang spiritual bisnis dan succes story yang semakin menambah semangat peserta untuk berwirausaha. Jadi peserta tidak hanya diberikan motivasi, tetapi dibimbing langsung secara teknis.

Salah seorang mentor, Kaseno, memaparkan, jumlah pengusaha di Indonesia masih tergolong sangat sedikit, padahal untuk menjadi negara maju, harus memiliki banyak pengusaha. Menurutnya, ini menjadi kesempatan dan bagi pemuda untuk terjun di dunia wirausaha.

“Berwirausaha bisa dilakukan siapa saja, baik yang berpendidikan tinggi maupun yang tidak berpendidikan formal, yang penting memiliki kemauan dan terus berusaha dan belajar berwirausaha,” paparnya.

Menurutnya, banyak peluang bisnis yang bisa dilakukan di sekitar kita. Bagi yang baru memulai di dunia wirausaha, jelasnya, sebaiknya melakukan dengan usaha yang tidak banyak menggunakan modal. Dan sebaiknya jangan menggunakan modal dari hutang di Bank. Selain cenderung terkena riba, juga bisa mengganggu perjalanan usahanya dan tidak fokus. Karena menurutnya, akan lebih banyak memikirkan setoran bank dari pada fokus mengembangkan bisnisnya.

“Jika tidak memiliki banyak modal uang, sebenarnya tetap bisa memulai usaha, jadi tidak perlu harus menunggu lama untuk memiliki modal banyak,” jelasnya.

Dijelaskan mentor lainnya, Ma’ruf Anggoro, dalam berbisnis tidak terlepas dari peran spiritualitas seseorang. Sehingga diharuskan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena pada dasarnya semua rizqi seseorang sudah diatur oleh Nya. Dijelaskannya, salah satu cara untuk menjaga spiritualitas dalam berbisnis, yakni dengan sholat tepat waktu, suka bersedekah dan berbuat baik lainnya.

“Selain sudah menjadi kewajiban, ini juga untuk melatih jiwa kita,” terangnya.

Nisrobul Janan, salah seorang peserta pelatihan, yang juga pengurus PD AMRI Kabupaten Pekalongan, mengaku senang dengan pelatihan ini. Selain memberikan semangat, juga banyak mendapatkan ilmu baru untuk melakukan usaha. Hal senada disampaikan peserta lainnya, Masykur. Dia berharap bisa menjaga semangat dan meningkatkan kreatifitas dalam berwira usaha.

“Banyak diajarkan strategi berbisnis sehingga bisa cepat berkembang dengan cara yang mudah dan tidak melanggar hukum, baik hukum negara maupun syari’at,” kata mereka.

Ditambahkan Ketua PD AMRI Kabupaten Pekalongan, Abdul Basith, setelah pelatihan ini peserta difasilitasi dengan dibentuknya komunitas wirausaha muda. Melalui komunitas ini, mereka akan mengadakan pertemuan secara berkala untuk sharing dan saling bertukar informasi bisnis.

“Melalui komunitas ini diharapkan bisa menjaga semangat berwirausaha pemuda, karena di sini juga sebagai tempat saling mencari solusi setiap kesulitan yang dihadapi dalam berwirausaha,” ujarnya.

Dia berharap dengan pelatihan ini bisa terwujud pemuda yang mandiri. Sehingga para pemuda bisa lebih semangat dan tenang dalam kiprahnya di organisasi. “Yang pada muaranya juga akan turut mengembangkan organisasi,” harapnya.

This entry was posted in News, Pelatihan, Peluang usaha and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s